Minggu, 14 Oktober 2018

7 Cara Budidaya Lele di Kolam Terpal untuk Pemula

budidaya lele
Dalam bisnis perikanan di Indonesia, budidaya ikan lele adalah budidaya yang paling banyak digandrungi oleh para entrepreneur di dalam bidang perikanan di Indonesia. Itu sebabnya, budidaya lele menjadi primadona di dunia perikanan.
Tak cuma para pembudidaya. Para entrepreneur kuliner pun menjadi banyak yang memakai ikan lele sebagai menu makanan di dalam bisnisnya. Karena itu tak heran jikalau setiap kami mampir ke warung selamanya tersedia saja menu makanan yang bersifat ikan lele. Entah lele penyet, lele bakar, atau apalagi lele goring. Bahkan di lebih dari satu supermarket atau pasar tradisional pun ikan lele selamanya tersedia di dalamnya. Jadi tak harus cemas jikalau kami tengah mencari ikan lele di pasar, pasti selamanya ada.
Mungkin itu sebabnya, banyak penduduk yang menggemari ikan lele. Apalagi jikalau dimasukan ke di dalam menu makanan dengan disempurnakan sambal terasi, hemmm, rasanya nikmat sekali. Tentunya bikin ketagihan terus.
Nah, dengan adanya permintaan pasar terhadap lele begitu banyak, inilah kesempatan parapebisnis ikan yang lebih pilih ikan lele sebagai sumber penghasilan mereka. Itu sebabnya tidak sedikit para entrepreneur ikan yang menjadikan ikan lele ini sebagai sumber penghasilan mereka. Bahkan ikan lele ini benar-benar mudah perawatan dan menjualnya. Tentunya mengakibatkan para entrepreneur ikan lebih pilih ikan lele sebagai pilihan ikan yang mampu dibudidaya.
Sehingga harus adanya lebih dari satu cara budidaya lele di kolam terpal sebagai bahan pengetahuan dan wawasan kami jikalau idamkan membudidaya ikan lele. Maka berasal dari itu, di kesempatan kali ini kami dapat membahas lebih dari satu cara dan cara budidaya lele. Mari kami liat cara budidaya lele berikut ini:

1. Persiapan Budidaya Lele

Untuk budidaya lele, maka tersedia lebih dari satu hal yang harus kami siapkan sebelum kami mengawali untuk budidaya lele. Beberapa hal berikut di antaranya:

    Memilih Jenis Lele

Akhir-akhir ini, kami kerap mendapatkan lebih dari satu pembudidaya lele yang pilih model ikan lele yaitu model lele dumbo atau sangkuriang. Karena model lele ini benar-benar mudah untuk dibudidaya dan perawatannya. Apalagi, model lele ini benar-benar mudah didapatkan dan murah untuk benih-benihnya.

Tak cuma mudah didapatkan dan murah, model ikan lele dumbo atau sangkuriang ini juga memiliki banyak kelebihan tersendiri. Itu sebabnya, tak sedikit para pelaku budidaya lele ini lebih pilih model ikan lele dumbo atau sangkuriang ini. Berikut ini dapat dijelaskan lebih dari satu kelebihan ikan lele model dumbo atau sangkuriang yang harus kami ketahui. Supaya kami menyadari dan mampu membandingkan dengan model ikan lele yang lainnya. 

Beberapa kelebihan ikan lele model dumbo atau sangkuriang ini di antaranya adalah sebagai berikut:

    Kualitas daging yang empuk
    Ikan lele sangkuriang benar-benar tinggi intensitasnya di dalam berproduksi
    Cara budidaya lele yang mudah dengan sebutan lain tidak benar-benar susah untuk diterapkan, asal memiliki keinginan dan niat
    Lebih tahan terhadap penyakit-penyakit yang kerap menyerang ikan-ikan

Dengan adanya lebih dari satu kelebihan tersebut, maka mampu disimpulkan bahwa budidaya lele sangkuriang ini benar-benar mudah diterapkan. Sehingga tak harus ulang untuk mengurungkan kemauan untuk langsung budidaya ikan lele. Itu sebabnya banyak para pembudidaya ikan lele, yang lebih pilih model ikan lele sangkuriang atau ikan lele dumbo ini

Selain itu, lahan yang digunakan di dalam membudidayakan ikan lele model dumbo atau sangkuriang ini tidak membutuhkan banyak tempat. Dengan kata lain, cukup memakai lahan sempit pun kami masih mampu membudidaya ikan lele model ini. Karena ikan lele model ini masih mampu bertahan hidup samasekali di tempat yang tidak luas.

Dengan pemeliharaan yang mudah, maka ikan lele model dumbo atau sangkuriang ini benar-benar sesuai dijadikan model ikan lele yang mampu direkomendasikan di dalam pembudidayaan lele. Apalagi, ikan lele model ini tidak harus tunggu saat yang lama untuk panen. Alias, ikan lele model ini benar-benar mudah dan cepat sekali pertumbuhannya.

Jadi, jikalau Anda adalah orang yang baru pertama kali budidaya ikan lele, tak harus cemas ulang soal cara budidaya lele. Karena, dengan Anda pilih model ikan lele model dumbo atau sangkuriang, Anda udah mampu dipastikan lebih mudah berhasilnya membudidaya ikan lele ini. Tunggu apa lagi? Segera persiapkan diri Anda untuk cobalah cara budidaya lele ini!

    Syarat Hidup Lele

Namun, tidak cuman Anda menyadari model ikan lele apa yang mudah dibudidayakan, Anda juga harus memperhatikan apa saja syarat-syaratnya supaya ikan lele yang kami budidaya mampu bertahan hidup lama.

Memang, walau ikan lele merupakan model ikan yang benar-benar mudah dibudidaya, tapi jikalau kami tidak memperhatikan syarat berasal dari lingkungan atau wadah lele tersebut, hasilnya pun dapat serupa saja. Selain ikan lele merupakan model ikan yang mudah dibididaya, lele juga mampu hidup di keadaan air apapun. Dari air tawar, air asin, air rawa sekalipun, ikan lele masih mampu hidup dan dibudidaya

Namun, jangan benar-benar pandang remeh soal ini. Walaupun ikan lele adalah model ikan yang mampu dibesarkan dan dibudidaya dengan model air apapun, kami juga tidak boleh melewatkan kualitas airnya. Karena, semakin baik kualitas air yang kami memakai untuk budidaya lele, maka semakin baik nanti kualitas ikan lele yang kami budidaya nantinya. Sehingga, Anda mampu meraup menguntungkan yang lebih banyak gara-gara ikan lele Anda benar-benar berkualitas dan sehat.

Semakin baik kualitas air, maka semakin baik pula perkembangan terhadap ikan lele yang kami pelihara. Maka berasal dari itu, harus kami memperhatikan lebih dari satu kriteria air yang bagus untuk pemeliharaan ikan lele yang kami budidaya nantinya.


    Suhu
    Menurut penelitian berasal dari Debby Ratnasari ahli peternakan terhadap tahun 2011, bahwa ikan lele mampu bertahan hidup dengan baik di air dengan keadaan suhu 26 sampai 32° C. Pencernaan terhadap ikan lele dapat mengalami gangguan, jikalau keadaan air memiliki suhu yang benar-benar rendah. Sehingga harus adanya keadaan air yang hangat utuk melancarkan pendernaan terhadap ikan lele.
    Lokasi
    Sebenarnya, tidak tersedia tempat khusus untuk budidaya lele, dengan sebutan lain kami mampu budidaya lele di mana saja, juga lokasi dengan ketinggian 1000 mdpl. Namun, tidak cuman suhu yang harus diperhatikan di dalam budidaya lele, kami juga harus memperhatikan tingkat keasaman terhadap air yang kami memakai untuk membudidaya lele. Tingkat keasaman yang sesuai untuk budidaya lele adalah 7 sampai 8 pH.


2. Kolam Pertumbuhan

Setelah kami buat persiapan untuk budidaya lele, maka saatnya kami mengakibatkan kolam untuk sistem perkembangan ikan lele

Sebenarnya, di dalam mengakibatkan kolam untuk perkembangan lele lebih mudah daripada mengakibatkan kolam untuk perkembangbiakan atau pembenihan lele. Cukup memakai kolam seukuran 5 x 2 mtr. saja, udah mampu menampung sekitar 1000 benih ikan lele.

Kita mampu memakai kolam yang lebih lebar jikalau ikan lele kami lebih banyak berasal dari itu, tinggal dihitung saja skala perbandingan ukuran kolam dengan jumlah ikan lele. Intinya, setiap 1 mtr. persegi kolam, mampu menampung sekitar 100 benih ikan lele. Jadi, jikalau ukuran kolam kami sekitar 6 x 5 meter, maka kami mampu menampung sekitar 3000 benih ikan lele ke di dalam kolam perkembangan tersebut.

Namun, kami juga harus memperhatikan bahwa jangan benar-benar memadatkan kolam dengan sebutan lain memakai kolam yang ikan lelenya benar-benar padat di kolam. Hal ini mampu mengakibatkan ikan lele dapat lebih mudah diserang penyakit nantinya

Adapun jenis-jenis kolam perkembangan lele di antaranya adalah kolam terpal, kolam semen, dan kolam tanah. Dari ketiga model kolam tersebut, umumnya pembudidaya lele ini memakai kolam terpal, gara-gara harganya yang paling murah dibandingkan model kolam tanah dan kolam semen. Selain itu, kolam terpal lebih mudah dan prakits pembuatannya. Bahkan kolam terpal ini udah terbukti mampu menaikkan produktivitas ikan lele.

Mungkin tersedia juga yang berpendapat bahwa kolam model tanah adalah kolam yang lebih murah dibandingkan dengan kolam terpal. Namun, harus diketahui bahwa kolam tanah ini dapat lebih rentan terhadap penyakit terhadap ikan lele dibandingkan dengan kolam model terpal. Sehingga mampu dikatakan bahwa budidaya lele dengan memakai kolam terpal jauh lebih efektif dibandingkan dengan kolam tanah.

Nah, berikut ini adalah cara mengakibatkan kolam terpal yang baik.

    Hal pertama yang kami melaksanakan adalah buat persiapan terpal untuk kolam lele kami nantinya. Pada umumnya, harga terpal per meternya sekitar Rp 9000,-. Sehingga, jikalau kami dapat mengakibatkan kolam dengan ukuran sekitar 10 x 8, maka kami cukup buat persiapan uang sekitar Rp 720.000,- saja.
    Selanjutnya, kami mampu memakai dasar kolam dengan menggali tanah sesuai dengan ukuran kolam yang kami butuhkan. Namun, tersedia baiknya jikalau Anda adalah seorang pembudidaya lele yang masih pemula, Anda cukup memakai kolam dengan ukuran 5 x 2 mtr. saja. Karena hal ini mampu meminimalkan kerugian, jikalau gagal panen nantinya.
    Ketika Anda mengakibatkan dasar kolam dengan menggali tanah, usahakan tanah tergalih dengan kedalaman sekitar 70 cm sampai 1 meter. Sisa tanah galian tadi, sebaiknya jangan dibuang, jadikan saja tanggul kolam di bagian bibir kolam dengan ketinggian sekitar 30 sampai 50 cm. hal ini diperlukan supaya kolam tidak mudah jebol nantinya, kala hujan dan banjir.
    Langkah paling akhir yaitu mengakibatkan lebih dari satu reng atau pagar kolam berasal dari bamboo. Susunlah reng-reng berikut di atas tanggul kolam dengan ketinggian sekitar 35cm. untuk bagian sudut kolam, sebaiknya gunakanlah bamboo yang utuh dengan sebutan lain jangan bamboo yang udah dibelah.

Jadi, jikalau dihitung keseluruhan, kolam perkembangan lele nantinya memiliki ketinggian sekitar 125 sampai 130 cm.

3. Siapkan Benih Berkualitas

Untuk budidaya lele, kami harus pilih benih ikan lele untuk pembesaran yang memiliki ukuran sekitar 5 sampai 7 cm dan usahakan seragam dengan sebutan lain sama. Missal, seperti ini, kala Anda membeli benih dengan ukuran 6 cm, maka semuanya harus serupa ukurannya yaitu 6 cm.

    Nah, jikalau udah menyadari pilih ukuran benih lele, saatnya Anda pilih benih ikan lele yang berkualitas. Cir-ciri benih ikan lele yang berkualitas ini di antaranya sebagai berikut:
    Tubuh terhadap ikan lele yang seimbang, merupakan ikan lele yang berkualitas. Maka berasal dari itu, Anda harus memperhatikan antara ukuran kepala danbadan terhadap ikan lele tersebut.
    Ukurannya harus seimbang. Selain itu, Anda juga harus pilih ikan lele yang gerakannya lincah dan sungut berseri dengan sebutan lain tidak pucat, juga warna tubuh yang mengkilap. Ini menunjukan bahwa ikan lele berikut merupakan ikan yang tidak cacat.
    Kita juga harus memperhatikan tingkah laku terhadap ikan lele tersebut. Ikan lele yang baik atau berkualitas adalah ikan yang tidak berdiri atau menggantung kala berada di di dalam air. Dengan kata lain, ikan lele yang aktif merupakan ikan lele yang berkualitas.

Semakin berkualitasnya ikan lele Anda, maka semakin mahal pula ikan lele Anda nantinya.

4. Persiapan Menebar Benih

Jika kolam dan benih udah disiapkan, cara seterusnya bukan langsung menebar benih ke kolam, melainkan buat persiapan terlebih dahulu sebelum benih disebar ke kolam. Ada dua tahapan di dalam persiapan tersebut, yaitu mengisi air di kolam dan pemupukan terhadap benih ikan lele. Sama halnya seperti tumbuhan, bahwa ikan pun juga terkandung sistem pemupukan. Berikut ini adalah beberapa langkah sebelum penebaran benih ke kolam:

    Pertama, mengisi kolam dengan air bersih yang tidak bercampur dengan limbah apapun. Isilah sampai air menggapai ketinggian sekitar 60 cm.
    Selanjutnya, siapkan pupuk kandang seperti kotoran kambing atau domba. Masukan pupuk berikut ke di dalam karung. Bagilah pupuk menjadi dua bagian.
    Setelah pupuk dibagi menjadi dua bagian, maka letakan kedua karung berikut ke di dalam kolam dengan keadaan pupuk masih berada di di dalam karung tersebut. Anda mampu letakkan karung di bagian pinggir atau tengah kolam. Nantinya, karung berikut dapat bergerak dan mengambang bebas di permukaan kolam.
    Seminggu kemudian, celupkan karung berulang kali seperti membuah the lalu angkatlah kedua karung tersebut. Menggunakan tehnik celup ini supaya pupuk berikut mampu terserap total oleh air.

Setelah melaksanakan keempat cara tersebut, Anda udah mampu menebarkan benih ikan lele ke kolam Anda.

5. Menebar Benih Lele

Nah, saatnya Anda bertanya bagaimana caranya menebar benih lele ke kolam yang benar itu. Sebenarnya, penebaran benih lele yang benar itu kala pagi atau sore hari. Hal ini benar-benar baik dikerjakan supaya terhindar kontak langsung dengan cahaya matahari yang menyengat. Karena, air yang kondisinya panas dapat mengakibatkan benih lele cepat mati gara-gara stress kepanasan. Kayak orang aja ya, hehe.

Nah, sebelum Anda menebarkan benih lele ke kolam, letakkan pernah benih lele ke wadah plastic, lalu tebarkan benih lele dengan cara memiringkan wadah dengan mengeluarkan benih lele sedikit demi sedikit.

6. Pemeliharaan Ikan Lele

Di di dalam budidaya lele, tersedia lebih dari satu hal mutlak di dalam pelihara ikan lele yang harus kami ketahui supaya lele yang kami budidaya mampu tumbuh dengan baik dan berkualitas. Berikut ini adalah lebih dari satu hal mutlak di dalam pemeliharaan lele.

Ada dua hal mutlak di dalam pemeliharaan ikan lele yaitu pengelolaan air dan dukungan pakan lele.
Dianjurkan untuk tidak mengganti air di kolam sebelum masa panen tiba. Karena, kami harus selamanya merawat ketenangan air kolam saat lele di dalam masa pertumbuhan. Selain itu, kami juga harus memperhatikan cara kuras kolam. Ketika kuras kolam, sebaiknya jangan memakai cara sirkulasi, gara-gara dengan cara berikut mampu mengurangi keasaman air kolam.
Anda boleh saja menaikkan air kolam, tapi dengan catatan bahwa benih lele udah diberi makan. Dan melaksanakan penambahan air secara bertahap.
Hal mutlak seterusnya yaitu member makanan. Anda mampu member pakan lele bersifat pellet, keong mas, plankton, cacing atau yang lainnya.
Dalam memberi tambahan makan pun juga tersedia prosedur waktunya. Berilah pakan lele 5 sampai 6 kali di dalam sehari dengan jarak sekitar 2 sampai 3 jam. Sebaiknya, di dalam memberi tambahan pakan, setelah matahari terbit supaya polusi yang mencemari air hancur dahulu terkena cahaya matahari.
Jika berlangsung hujan, sebaiknya jangan memberi tambahan pakan, gara-gara mampu mengakibatkan pencemaran zat asam terhadap pakan nantinya. Pakan yang tercemar, mampu mengganggu kesehatan lele. Tunggulah hujan reda, baru lele mampu kami beri pakan.

7. Masa Panen Lele
Pada umumnya, lele dapat tumbuh besar dengan saat sekitar 2 sampai 3 bulan, baru mampu dipanen. Kita mampu menyaksikan lele layak panen dengan acuan 1 kg lele berkisar 7 sampai 8 ekor, dan usahakan memakai bahan yang licin saat memanen supaya tidak mengakibatkan tubuh ikan lele berikut menjadi lecet. Jangan pula memanen lele yang usianya belum cukup umur.

Anda mampu menyurutkan kolam dahulu, lalu panen dengan memakai serokan dan masukan ke di dalam wadah plastik. Anda juga mampu memakai jaring untuk mengambil alih lele-lele berikut supaya pengerjaan lebih efektif waktu. Anda harus hati-hati saat menangkap lelenya gara-gara mereka mampu agresif juga. Siapkah wadah yang luas untuk menampung hasil tangkapan lele anda.

Setelah selesai, mengisi ulang kolam air dan kembalikan lele-lele yang belum siap panen ke kolam. Sementara itu, lele hasil panen udah siap baik untuk di menjual ulang atau dikonsumsi sendiri. Berikan air supaya lele-lele berikut tidak cepat mati saat dibawa jauh berasal dari kolam.


Sabtu, 13 Oktober 2018

Inilah 6 tips untuk Budidaya Ternak Itik Alabio yang terbaru

Beternak itik Alabio
Itik alabio merupakan jenis itik lokal yang berasal dari Kalimantan Selatan, tepatnya di daerah Amuntai. Adapula yang menyatakan, nama itik alabio berasal dari sebuah nama daerah di Kalimantan Selatan yaitu Alabio, tepatnya berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Sebenarnya Nama itik ini yaitu itik Alabio awalnya diberikan oleh seseorang ilmuan yang bernama drh. Saleh Puspo. Ia melakukan banyak penelitian mengenai itik alabio ini.

Itik Alabio adalah itik Kalimantan yang berasal dari persilangan itik Kalimantan dengan Itik Peking (itik pedaging). Itik Alabio termasuk salah satu plasma nutfah unggul sebagai penghasil telur. Itik Alabio juga dijadikan sebagai penghasil daging terutama itik pejantan asalkan nutrisi pakannya terpenuhi.

Pemilihan Lokasi Ternak Itik Alabio

Lokasi yang akan dijadikan lahan untuk membuat kandang ternak itik alabio diusahakan luas dan letaknya jauh dari keramaian/pemukiman penduduk (agara bau kotoran tidak mengganggu lingkungan sekitar), mudah dijangkau oleh alat transportasi dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan memiliki iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak.
Pembuatan Kandang Ternak Itik Alabio

Setelah mementukan lokasi ternak, selanjutnya siapkan kandangnya. Buatlah kandang berukuran 4 meter x 12 meter atau 48 m2. Ukuran kandang tersebut dapat menampung sekitar 400 ekor itik alabio petelur. Siapkan pula tempat bertelur yang terbuat dari kayu dengan bentuk kotak dan isi dengan sekam padi/merang. Selain itu siapkan pula tempat pakan dan minum dalam kandang.
Persiapan Bibit Itik Alabio

Siapkan bibit itik alabio yang unggul. Perbandingan antara itik alabio jantan dan itik alabio betina yaiitu 1 jantan : 10 betina. Itik jantan tidak perlu banyak, karena telur yang dihasilkan hanya untuk dikonsumsi, bukan untuk diternak atau ditetaskan.
Pemeliharaan dan Pembesaran Itik Alabio

Pada masa pembesaran anakan itik hanya diberi makan pakan buatan atau voer hingga itik berumur 6 bulan. Pemberian pakan pada umur dibawah 6 bulan tersebut, pakan tidak boleh sampai kosong, pakan harus selalu ada dalam kandang. Setelah anakan berumur lebih dari 6 bulan, ganti pakan dengan mengunakan campuran dedak dan sagu dengan perbandingan 1:1. Pemberian pakan tersebut dapat dilakukan 3 kali dalam sehari (pukul 07:00, 12:00, dan 16:00 WIB) atau bisa juga dilakukan sebanyak 4 kali sehari (pukul 07:00, 11:00, 14:00, dan 17:00 WIB).

Jumlah kebutuhan pakan ternak dalam sehari untuk 100 ekor itik yaitu sebanyak 7 kg dedak dan 7 kg sagu atau bisa juga dimodifikasikan dengan ransum pakan itik yang lainnya, yang penting kandungan nutrisi pakan yang diberikan tersebut cocok untuk produksi telur.

Jangan lupa juga, minimal seminggu sekali, itik alabio dilepaskan dari kandang, agar dapat memakan rerumputan yang bisa menambah daya tahan tubuh itik alabio sendiri.
Masa Produktif Itik Alabio

Usia produktif itik alabio yaitu sekitar 3 tahun. Setelah berumur 6 bulan itik alabio mulai bertelur. Adapun untuk periode bertelur dari itik alabio ini terbagi manjadi 3 tahap, yaitu:

    Masa bertelur Pertama tersebut selama 9 bulan, dilanjutkan dengan masa non produktif 3 bulan.
    Masa bertelur Kedua tersebut selama 7 bulan, dilanjutkan dengan masa non produktif 3 bulan.
    Masa bertelur Pertama tersebut selama 5 bulan, dimasa ini itik alabio tidak produktif lagi.

Agar tidak merugi, itik alabio yang sudah tidak produktif lagi diberi pakan dengan intensitas yang tinggi hingga gemuk, setelah gemuk itik dapat dijual atau diafkir dan hasil dari penjualan tersebut dapat digunakan untuk membeli bibit (anakan) itik alabio kembali.
Pemanenan Telur Itik Alabio

Panen telur itik alabio dapat dilakukan setiap hari, setiap 100 itik rata-rata dapat menghasilkan ±90 butir telur per harinya.

Demikian artikel pembahasan tentang “6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ternak Itik Alabio Agar Menghasilkan Produksi Telur Yang Tinggi“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa